Jumat, 23 Maret 2012

Tugas Kelompok - Joy Paul Guilford

Tugas kelompok bersama : Icfadila Hanisa Lubis (11-022) dan Zulfa Dzatarohmah (11-108)


Joy Paul Guilford



Teori Guilford (1959) dikenal dengan structure of
intellect. Dalam model struktur ini, Guilford berusaha menyertakan
kategorisasi perbedaan individual di berbagai faktor kemampuan mental dalam
usahanya memahami dan menggambarkan proses-proses mental yang mendasari
perbedaan individual tersebut. Model teori structure of intellect ini
diilustrasikan dalam bentuk sebuah kubus atau kotak berdimensi tiga yang
masing-masing mewakili satu klasifikasi faktor-faktor intelektual yang
bersesuaian satu sama lain.

1. Dimensi yang pertama adalah isi (content),
terurai dalam empat bentuk, yaitu figur (figural), simbol (symbolic),
semantik (semantic), dan perilaku (behavior).
2. Dimensi kedua
adalah operasi (operation), terurai dalam lima proses, yaitu
kognisi (cognition), ingatan (memory), produksi konvergen (convergent
production), produksi divergen (divergent production), dan evaluasi
(evaluation).
3. Dimensi ketiga adalah produk (product),
terurai dalam enam jeni, yaitu satuan (unit), kelas (class),
relasi (relation), sistem (system), transformasi (transformation),
dan implikasi (implication). Dengan demikian, seluruh dimensi akan
berjumlah 120 (4x5x6) macam kombinasi yang merupakan faktor-faktor kemampuan
yang berlainan dan dihipotesiskan sebagai sumber terbentuknya kemampuan-kemampuan
mental yang berbeda pula macamnya.

Dari 120 macam kemampuan tersebut, sekitar tiga perempatnya
telah dibuktikan keberadaannya secara empiris, sedangkan sisanya masih dalam
proses penelitian.

Jumat, 09 Maret 2012

Pandangan dan Penilaian Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan

Nama Kelompok :
1. Islahati Batubara (11-008)
2. Putri Azura Ulandari (11-034)


Dengan harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya menurut kami dengan sistem pembelajaran ini mahasiswa mampu mengembangkan kreatifitasnya seperti mendesain blog mereka, dan menggunakan penalaran dalam menulis, berdasarkan pemikirannya mengenai sesuatu hal. Dapat dilihat pada teori E.L Thorndike yaitu Law of Effect, dimana saat mahasiswa mendapatkan sesuatu hal yang positif, maka hal positif tersebut akan bertambah. Sementara hal yang negatifnya akan berkurang.

Dibandingkan dengan sistem perkuliahan yang lain, sistem ini sangat menarik sehingga timbul rasa penasaran pada mahasiswa untuk bereksperimen. Meskipun awalnya ada perasaan sulit tapi setelah dicoba sebagian mahasiswa akan merasa tertarik.

Dengan adanya blog, mereka yang sulit berbicara dapat menumpahkan ide-idenya dengan tulisan-tulisan yang  akan kemudian mereka post di blog masing-masing. Jadi menurut kami, sistem pembelajaran dengan email dan blog ini sangat baik bagi mahasiswa seperti kami karena dapat memberikan pengalaman yang baru buat kami.